20151004

Jalan raya di indonesia pada umumnya menggunakan jalan asphalt, bagaimanakah cara membuat jalan asphalt?
Berikut urutan kerja pembuatan jalan asphalt beserta alat-alat berat dan kegunaanya
1. pembersihan dan perataan lahan
  • Sebelum jalan raya dibangun, lahan dibersihkan dahulu dari sampah maupun pepohonan kemudian diratakan.
  • Untuk membersihkan lahan dan menggali maupun mengurug tanah menggunakan excavator
  • Setelah lahan dibersihkan kemudian dilakukan pekerjaan perataan tanah dengan menggunakan alat buldozer
  • Untuk memindahkan tanah bekas galian maka digunakan dump truk
   2. Penghamparan material pondasi bawah
  • Penghamparan material pondasi bawah berupa batu kali menggunakan alat transportasi dump truk kemudian diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan alat tandem roller
  • Pekerjaan perataan dengan tandem roller di lakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapir permukaan.
  • Pada saat penghamparan material pondasi dilakukan pekerjaan pengukuran elevasi urugan dengan alat teodolit dan perlengkapanya.
   3. Penghamparan lapis asphalt
  • Setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan, proses selanjutnya adalah penghamparan asphalt yang sebelumya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair.
  • Untuk menghamparkan asphalt digunakan alat asphalt finisher
  • Setelah asphalt berhasil dihamparkan dengan elevasi jalan raya yang sudah diukur menggunakan theodolit sesuai perencanaan pekerjaan selanjutnya adalah pemadatan dengan buldozer hingga memenuhi kepadatan dan elevasi yang direncanakan
  • Pekerjaan selanjutnya adalah finishing pemadatan dan perataanjalan raya dengan alat peneumatic roller
  • jalan raya sudah jadi dengan konstruksi sebagai berikut:


Sumber : ilmusipil

Posted on 05:42 by Unknown

No comments

Dalam proyek – proyek besar seperti gedung pencakar langit diperlukan struktur pondasi yang kuat untuk menyangga beban gedung serta isi didalamnya. Tentu dalam hal ini tidak mungkin dipakai pondasi yang biasa saja. Untuk gedung tingkat tinggi diperlukan pondasi tiang yang bisa terbuat dari baja,beton ataupun kayu. Untuk memasang tiang pancang ini maka diperlukan alat berat yang khusus digunakan untuk menancapkan tiang kedalam dasar tanah sampai mencapai batas yang direncanakan. Ada beberapa alat pemancang tiang yang umum digunakan alat – alat tersebut sebagai berikut :


   1. Drop Hammer

Drop hammer adalah sebuah palu berat yang diletakkan pada ketinggian tertentu diatas tiang. Palu tersebut kemudian dilepaskan dan jatuh mengenai tiang. Pada kepala tiang dipasang topi/cap (shock absorber) untuk menghindari tiang rusak akibat tumbukan hammer. Cap ini biasanya terbuat dari kayu.






   2. Diesel Hammer

Diesel Hammer adalah alat yang mempunyai paling sederhana diantara alat – alat lainnya. Diesel hammer memiliki satu silinder dengan dua mesin diesel, piston/ram,tangki bahan bakar,tangki pelumas,pompa bahan bakar,injector, dan mesin pelumas. Dalam mengoperasikannya, energi alat didapat dari berat ram yang menekan udara di dalam silinder.






   3. Hydraulic Hammer

Cara kerjanya berdasarkan perbedaan tekanan pada cairan hidrolis. Hammer tipe ini dapat dimanfaatkan untuk memancangkan pondasi tiang baja H dan pondasi lempengan baja dengan cara dicengkeram,didorong,dan ditarik. Alat ini baik digunakan ketika ada keterbatasan daerah operasi karena tiang pancang yang dimasukkan cukup pendek. Untuk memeperpanjang tiang maka dilakukan penyambungan pada ujung – ujungnya.


   4. Vibratory Pile Driver

Tiang dipancang oleh getaran yang dihasilkan alat. Alat ini memiliki beberapa batang horizontal dengan beban eksentris. Pada saat pasangan batang berputar dengan arah yang berlawanan, berat yang disebabkan oleh beban eksentris menghasilkan getaran pada alat. getaran yang dihasilkan menyebabkan material disekitar pondasi yang terikat pada alat akan ikut bergetar. Alat ini sangat baik digunakan pada tanah lembab






Sumber : ilmusipil

Posted on 05:15 by Unknown

No comments

Concrete pump truck adalah truk yang dilengkapi dengan pompa dan lengan (boom) untuk memompa campuran beton ready mix ke tempat-tempat yang sulit dijangkau. Untuk pengecoran lantai yang lebih tinggi dari panjang lengan concrete pump truck dapat dilakukan dengan cara disambung dengan pipa secara vertikal sehingga mencapai ketinggian yang diinginkan, pipa dan lengan ini dapat dipasang kombinasi vertikal dan horisontal atau miring. Sehingga pemompaan merupakan cara yang fleksibel pada lokasi yang sulit untuk memindahkan campuran beton ke sembarang tempat pada bidang pengecoran. 

Gambar Pengecoran Proyek bangunan menggunakan Concrete Pump Truck


Resiko segregasi sangat kecil dan merupakan cara yang paling cepat dibandingkan dengan pembawaan material beton dengan cara lainnya. Dalam penggunaan alat ini perlu diperhatikan nilai slump dari campuran beton yang akan dipompa. Sebab jika nilai slump terlalu kecil maka kerja pompa akan menjadi berat. Slump adalah pengujian untuk mengetahui kadar air beton / kelecakan beton dengan menggunakan kerucut abrams.
Pada proyek ’tempat penulis kerja praktek’ pengadaan concrete pump truck menjadi tanggung jawab penyedia ready mix. Concrete pump truck biasanya digunakan untuk pengecoran lantai atau slab, alat ini mempunyai kapasitas pengecoran 10 s/d 100m3 per jam. sedangkan untuk pengecoran kolom menggunakan concrete bucket dan pipa tremie. Keberadaan alat ini pun menjadi salah satu hal yang penting dalam berjalannya suatu proyek mengingat fungsi dari concrete pump truck adalah sebagai pemompa cor, sehingga apabila alat ini mengalami kerusakan akan menyebabkan schedule pekerjaan menjadi molor atau tidak selesai tepat pada waktunya.
Pada saat pekerjaan pengecoran dengan concrete pump truck berlangsung dibutuhkan concrete vibrator yaitu suatu alat yang digunakan untuk memadatkan pengecoran sehingga mendapatkan hasil beton yang tidak keropos. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan concrete vibrator yaitu pada saat alat bergetar memadatkan cor-an yang berlangsung sebisa mungkin tidak mengenai pembesian dikarenakan apabila hal itu terjadi dapat menyebabkan bergesernya posisi tulangan.


Sumber : ilmusipil

Posted on 04:32 by Unknown

1 comment

1. Concrete bucket
Concrete Bucket adalah tempat pengangkutan beton dari truck mixer concrete sampai ke tempat pengecoran. Setelah dilakukan pengetesan slump dan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, maka beton dari truck mixer concrete dituangkan kedalam Concrete bucket, kemudian pengangkutan dilakukan dengan bantuan tower crane. Dalam pengerjaannya dibutuhkan satu orang sebagai operator concrete bucket yang bertugas untuk membuka atau mengunci agar cor-an beton tidak tumpah pada saat dibawa ke area pengecoran dengan tower crane. Concrete bucket yang digunakan pada proyek ini mempunyai kapasitas sebesar 0,8 m3 dan berat concrete bucket adalah 300 kg. Pada proyek ini, pengecoran dengan concrete bucket hanya untuk pengecoran kolom, shear wall/core wall.
Pipa tremie adalah pipa yang digunakan untuk mengatur tinggi jatuh beton pada saat pengecoran. Pipa tremie biasa dipasang pada ujung bawah concrete bucket sehingga beton yang keluar dari concrete bucket tidak langsung jatuh dan menumbuk lokasi pengecoran. Usahakan sedekat mungkin antara pipa tremie dengan permukaan beton lama, hal ini dilakukan untuk menghindari agregat kasar, terlepas dari adukan beton. Pipa tremie yang digunakan pada proyek ini adalah jenis hoist tremie pipe dengan diameter 8”.

Gambar Concrete Bucket




2. Concrete Vibrator
Concrete vibrator adalah alat yang berfungsi untuk menggetarkan beton pada saat pengecoran agar beton dapat mengisi seluruh ruangan dan tidak terdapat rongga-rongga udara diantara beton yang dapat membuat beton keropos. Concrete vibrator digerakkan oleh mesin listrik dan mempunyai lengan sepanjang beberapa meter untuk dapat menggetarkan beton di tempat yang agak jauh.
Alat ini digunakan sebagai pemadat pada saat pengecoran yang sedang berlangsung, baik pada kolom, shear wall/core wall pelat lantai maupun balok dengan cara menggetarkannya. Hal ini untuk menghindari adanya gelembung-gelembung udara yang terjadi pada saat pengecoran yang dapat menyebabkan pengeroposan pada beton sehingga mengurangi kekuatan struktur  beton itu sendiri. Terutama untuk volume pengecoran yang besar, alat ini sangat penting. Penggunaannya tidak boleh miring dan terlalu lama pada satu tempat saja serta tidak boleh mengenai tulangan yang akan menyebabkan bergesernya letak tulangan.

Gambar Concrete Vibrator

Posted on 04:01 by Unknown

No comments

20151003

Pembangunan gedung bertingkat tinggi memerlukan sarana alat berat untuk mobilisasi peralatan kerja dan bahan bangunan ke lantai atas maupun sebaliknya,  alat untuk tranportasi tersebut dapat berupa mobil crane yang dapat berpindah tempat, atau dalam satu titik dengan tower crane, kedua alat angkat tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan bangunan yang akan dikerjakan, misalnya mobil crane tidak memerlukan pondasi namun kapasitas angkatnya tidak terlalu besar, sedangkan tower crane memerlukan pondasi dengan kuat angkat yang lebih besar daripada mobil crane.

Untuk membangun sebuah gedung bertingkat tinggi dengan kapasitas pekerjaan yang tidak terlalu besar tentunya merupakan sebuah harga mahal jika harus membeli tower crane baru, dengan kondisi ini lalu dimanfaatkan pengusaha suplier peralatan berat sebagai peluang bagus untuk memberikan jasa sewa toer crane selama pembangunan berlangsung, harga sewa toer crane dapat disepakati per bulan atau untuk masa kontrak pembangunan dengan harga yang sudah melalui negoisasi dan penawaran yang dibukukan dalam surat kontrak sewa menyewa alat tower crane.











Spesifikasi ukuran, bahan, dan material Pondasi tower crane biasanya sudah diberikan oleh suplier penyewa alat atau produsen tower crane, namun kondisi pekerjaan gedung yang berbeda dengan lokasi yang berlainan sehingga diperlukan perhitungan dan perencanaan ulang struktur pondasi tower crane.

Beberapa alasan yang menjadi penyebab dilakukanya perhitungan struktur pondasi TC antara lain:
  • Kondisi lapangan dimana Struktur tower crane didirikan tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pondasi yang diberikan oleh produsen tower crane.
  • Sebagai langkah Value Engineering sebagai upaya penghematan biaya struktur pondasi TC semurah mungkin, tapi masih kuat untuk menahan beban strktur tower crane yang bekerja diatasnya selama pekerjaan pembangunan berlangsung.
  • Sebagai lampiran izin kepada instasi pemerintah terkait, bahwa pondasi serta tower crane yang akan beroperasi nantinya sesuai dengan prosedur keselamatan kerja dan layak untuk digunakan sebagai alat pembangunan.
  • Sebagai upaya kontraktor pelaksana pembangunan,  bahwa pondasi TC yang akan dikerjakan sudah kuat untuk digunakan, sehingga dengan disetujuinya perhitungan pondasi TC tersebut maka kontraktor pelaksana mendapat penghematan biaya struktur atau istilahnya keuntungan 

Satu hal yang merepotkan dalam pekerjaan pondasi tower crane mungkin terletak pada adanya pembobokan beton pasca selesainya penggunaan tower crane, ukuran pondasi yang hingga beberapa meter serta kualitas beton yang cukup keras tentunya menimbulkan permasalahan baru untuk menyelesiakan pekerjaan pembersihan kembali pondasi tower crane yang seringkali target penggunaan gedung setelah selesainya pembangunan dituntut dalam waktu dekat, upaya-upaya percepatan seperti pengerahan tukang bobok yang handal, penambahan bahan kimia untuk mempermudah bobok pondasi tower crane, dan upaya lainya, mungkin permasalahan  ini akan terus terjadi dan terus berulang sampai munculnya teknologi baru pondasi tower crane  

Sumber : ilmusipil

Posted on 12:34 by Unknown

No comments


Macam-macam jenis alat berat yang digunakan untuk proyek bangunan seringkali kita temui pada pelaksanaan pembangunan, masing-masing tipe alat tersebut mempunyai fungsi sesuai dengan item pekerjaan yang dikerjakan, berikut ini daftar alat berat yng sering digunakan adalah.

1. Tower Crane / TC
Gambar Tower Crane
Hampir semua proyek gedung bertingkat tinggi menggunakan alat ini, fungsi utamanya adalah sebagai alat lalu lintas material dari bawah menuju atas atau sebaliknya, misalnya digunakan saat melakukan pekerjaan pengecoran beton dengan cara mengangkat beton dengan bucket dari truck mixer menuju area pengecoran, fungsi lainya misalnya untuk mpbilisasi besi tulangan ke area pekerjaan. penggunaan TC ini perlu direncanakan dengan baik dari sisi penempatan, pondasi TC dan pengaturan jadwal penggunaan alat sehingga tower crane dapat terpakai secara maksimal.

2. Excavator / Back Hoe
Gambar Backhoe

Alat berat untuk proyek bangunan yang sering digunakan lainya adalah excavator yang berfungsi untuk penggalian dan pengerukan tanah, setiap proyek yang berhubungan dengan tanah akan banyak berhubungan dengan alat ini misalnya pembuatan sungai, pembuatan lantai basement gedung, cutting fill jalan raya dll.


3. Dump Truck
Gambar Dump truck

Berbentuk seperti mobil pada umumnya namun dibuat lebih besar dengan bak dibelakngnya sehingga dapat digunakan untuk pengangkutan bahan bangunan dari pabrik menuju lokasi proyek bangunan atau sebaliknya. pada proyek skala besar akan banyak kita temui dump truck, penggunaan paling padat terjadi pada pekerjaan galian tanah yang apabila lokasi proyek berada diperkotaan maka harus memperhatikan peraturan transportasi dan kebersihan jalan raya, misalnya untuk daerah Jakarta untuk wilayah tertentu hanya mengizinkan dump truck beroperasi di malam hari, oleh karena itu pada proyek gedung bertingkat tinggi ditengah kota yang sedang melakukan pekerjaan galian tanah menjadi sangat sibuk dimalam hari dan kosong disaat siang. sebelum meninggalkan area proyek perlu pekerjaan pembersihan truck terlebih dahulu dengan menyediakan tempat khusus cuci ban truck karena jika tidak dilakukan maka siap-siap untuk dipanggil dan diminta pertanggungjawaban dinas pertamanan pemerintah kota setempat.


4. Mobile Crane
Gambar Mobile Crane

Fungsinya sama dengan tower crane namun jenis alat berat ini bersifat mobile atau bisa berpindah tempat sehingga tidak memerlukan pondasi khusus.

Dan masih banyak lagi jenis alat berat lainya yang dalam menggunakan perlu memperhitungkan kapasitas produksi masing-masing alat dan perencanaan waktu penggunaan secara matang, karena mahalnya biaya sewa alat berat yang seringkali dihitung per jam dapat menyebabkan pembengkakan biaya jika menyewa alat untuk berdiam diri dilingkungan proyek

Sumber : www.ilmusipil.com

Posted on 12:27 by Unknown

No comments

Gambar Tower Crane yang mengalami kecelakaan

Kecelakaan TC ambruk pada sebuah proyek bangunan merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan karena dapat menimbulkan kerugian tidak sedikit, konstruksi bangunan yang sudah dibangun dengan susah payah bisa hancur dalam sekejap, akibat paling fatal adalah adanya resiko melayangnya nyawa pekerja. Nama perusahaan juga ikut tercoreng atau bahkan terkena back list sehingga tidak diperbolehkan untuk mengerjakan proyek selanjutnya. Ya.. bermacam kejadian ngeri lainya tentu sangat tidak diharapkan, lalu apa saja langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya kejadian tersebut. Untuk itu perlu kita ketahui apa saja hal-hal yang mungkin menjadi penyebab tower crane TC rubuh? mari kita bahas disini.


Macam-macam penyebab Tower crane (TC) rubuh
  1. Beban yang diangkat oleh tower crane melebihi batas izin kemampuan, istilahnya over load.
  2. Tiang tower crane miring, Saat pemasangan TC harus dicek ketegakanya dari dua sisi yang berbeda menggunakan alat ukur seperti teodolit dengan angka kesalahan maksimal 0,5 mm.
  3. Pondasi TC tidak kuat, bisa jadi dimensinya terlalu kecil atau bahan bangunan yang digunakan dibawah spesifikasi material yang dibutuhkan.
  4. Umur TC sudah tua, Material baja akan mengalami perlemahan jika digunakan secara terus menerus dalam waktu lama.
  5. Jadwal penggunaan TC yang terlalu dipaksakan, harus ada waktu istirahat dan kapan bisa beroperasional kembali, hal ini untuk mengantisipasi kelelahan operator dan tower crane itu sendiri.
  6. Sambungan tidak kuat atau tidak terpasang dengan sempurna.
  7. Terjadi bencana alam seperti gempa, kebakaran, atau huru hara yang tingkat gangguanya diatas kemampuan alat.
  8. Faktor kesengajaan, bisa jadi ada gangguan dari luar yang menyebabkan kerusakan pada alat berat.
  9. Aplagi penyebab lainya ya? bagi yang hendak menambahkan bisa dituliskan dibawah.

Setelah kita ketahui penyebabnya maka bisa melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi kejadian TC ambruk dimasa mendatang, Namun sebagai manusia kita tidak dapat bergerak sendiri tanpa bantuan Tuhan yang maha kuat, oleh karena itu setiap usaha perlu disertai dengan doa agar proses pelaksanaan pembangunan proyek dapat berjalan lancar tanpa adanya kecelakaan, atau istilahnya Zero Accident.


Sumber : ilmusipil

Posted on 12:19 by Unknown

No comments

Urutan pekerjaan pemasangan tower crane
Gambar Pemasangan Tower Crane

  1. Menentukan TC yang akan digunakan, dari mana alat tersebut akan diadakan, apakah mau sewa atau beli untuk mendapatkan harga termurah sekaligus kualitas terbaik. dari evaluasi tersebut maka dapat diputuskan tipe alat apa yang akan dipakai.
  2. Desain Pondasi TC, Berdasarkan data-data yang tersedia entah itu brosur TC serta informasi lain, dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan untuk menentukan seperti apa pondasi yang kuat dan murah. hasilnya berupa bentuk dan ukuran pondasi, jenis dan jumlah besi yang digunakan dan tipe beton K berapa yang mau dipakai.
  3. Gambar Pondasi dan perletakan TC, dilanjutkan dengan pembuatan shop drawing tower crane yang berfungsi untuk proses perizinan sekaligus pedoman pelaksanaan dilapangan.
  4. Pengukuran Posisi TC dilapangan, menentukan dimana titik lokasi pondasi TC akan dibuat.
  5. Galian Tanah, dilanjutkan dengan menggali tanah sebagai tempat dimana berdirinya pondasi.
  6. Bekisting pondasi, berfungsi sebagai batas cor sekaligus alat cetak pondasi brton bertulang.
  7. Pembesian / pemasangan besi tulangan, besi berfungsi sebagai penahan gaya tarik,tekan dan geser bekerjasama dengan beton agar pondasi kuat.
  8. Pasang angkur TC, bisa dibilang sebagai sepatunya tower crane, dimana alat berat ini berpijak.
  9. Cor pondasi TC, selanjutnya dapat dilakukan pengecoran menggunakan tipe beton sesuai rencana.
  10. Pemasangan Tower crane, sering disebut juga sebagai erection TC.
  11. Pasang lampu dan perlengkapan TC.
  12. TC siap dioperasikan.

Jadi begitulah gambaran sederhana mengenai proses urutan pekerjaan tower crane dari awal perencanaan sampai dengan pemasangan sehingga dapat beroperasi sesuai harapan


Sumber : ilmusipil

Posted on 11:59 by Unknown

No comments